Perlengkapan Bayi Yang TIDAK PERLU

Posted on

Semakin lama jadi banyak tipe perlengkapan bayi yang dijual di pasaran, padahal tidak seutuhnya dibutuhkan. Inilah barang yang kebanyakan tidak diperlukan.

Semua perlengkapan bayi lucu… mana yang tidak diperlukan?

Sebagai ibu yang baru pertama kali hamil, mempersiapkan barang perlengkapan bayi adalah hal yang paling mengasyikkan.

Terkadang ibu hamil belanja banyak barang yang tidak harus gara-gara kurang pengalaman dan tergiur iklan ataupun tawaran penjaja barang-barang bayi.

Apalagi, foto perlengkapan bayi yang kerap dipajang di internet menarik sekali. Setelah bayi lahir, barulah diketahui perlengkapan bayi apa saja yang sebetulnya tidak harus atau tidak kerap dipakai.

Berdasarkan pengalaman banyak orang, barang-barang inilah yang tidak terlalu diperlukan. Sebaiknya, misalnya budget keuangan tidak berlebihan, perlengkapan bayi berikut ini tidak harus dibeli :

1. Deterjen bayi
Mencuci baju bayi dengan deterjen biasa hasilnya serupa saja dengan deterjen bayi. Gunakan pelembut baju supaya terasanya nyaman untuk bayi.

2. Sepatu bayi
Bayi yang baru lahir tidak bisa berjalan, menjadi untuk apa dibelikan sepatu bayi? Yang dibutuhkan adalah kaos kaki bayi misalnya sedang tidak mengenakan jumper.

3. Keranjang bayi

Bentuknya sebetulnya lucu-lucu, mengingatkan kita terhadap keranjang berisi bayi Harry Potter yang ditemukan di depan pintu rumah pamannya.

Lihat Juga : Grosir Baju Bayi Import

Namun pertumbuhan bayi baru lahir terlalu pesat, supaya baru sebentar saja keranjang itu udah tidak muat lagi. Selain itu, keranjang bayi cuma dipakai untuk mempunyai bayi baru lahir bepergian. Kita kalkulasi dulu berapa kali dalam sebulan bayi diajak pergi muncul rumah?

4. Alat pembuat makanan bayi (baby food maker)
Bila kita memiliki blender, baby food maker tidak diperlukan. Gunakan saja blender biasa.

5. Alat monitor berTV
Alat monitor bayi yang biasapun belum tentu diperlukan, menjadi jangan dibeli dulu. Bila sebetulnya diperlukan, tipe yang paling sederhanapun udah cukup.

Untuk apa belanja alat monitor yang berlayar, gara-gara kitapun tidak tersedia pas mengawasi bayi lewat monitor tersebut.

6. Kursi makan bayi

Bayi baru bisa diberikan makanan padat sehabis berumur 6 bulan. Kursi tinggi spesifik untuk makan tidak terlalu diperlukan, gara-gara bayi bisa duduk di mana saja.

7. Baby walker

Alat ini terhitung tidak terlalu diperlukan. Bayi baru studi berjalan sekitar usia 10 bulan atau lebih, dan penggunaan baby walker selamanya harus ditemani oleh orang tua. Jadi, mengapa tidak studi berjalan secara alami dengan ditopang tangan kita sendiri?

8. Tempat pindah diaper

Mengganti diaper bisa dilakukan di ranjang bayi atau ranjang kita sendiri, dengan diberi alas terlebih dahulu. Menurut pengalaman, misalnya kita memindahkan bayi tiap tiap bakal mengganti diaper, bayi menjadi terlalu kerap dipindahkan dan kerap tidak menjadi tidur misalnya ia sedang mengantuk.

Gunakan alas supaya sprei tidak terkena kotoran. Favorit aku adalah mengfungsikan 2 lembar kertas bekas majalah atau brosur yang kertasnya licin (tidak mudah menyerap air).

Bila diaper dan tisyu basah (baby wipes) kotor udah mencukupi lembar paling atas, tarik lembaran pertama berikut dan singkirkan. Pantat bayi tidak bakal mengotori sprei gara-gara masih tersisa 1 lembar lain di bawahnya.

9. Bantal guling

Bayi baru lahir tidak bisa mengfungsikan bantal guling, menjadi tidak terpakai. Bahkan, untuk menjauhkan SIDS (Sudden Infant Death Syndrome, kematian mendadak terhadap bayi) tidak direkomendasi tersedia bantal dan mainan di ranjang bayi.

10. Tempat pembuangan diaper

Pengusaha sebetulnya banyak akalnya untuk selamanya meluncurkan produk baru. Mereka menciptakan kebutuhan. Jadi banyak barang yang dulunya tidak dulu ada, saat ini menjadi tersedia dan merasa dibutuhkan.

Makin lama, jadi bertambah jenis-jenis perlengkapan bayi. Salah satu contohnya adalah tempat menghilangkan diaper kotor.

Untuk menjauhkan bau tak sedap di tempat sampah, gulunglah diaper kotor merasa berasal dari bagian yang dekat pusar hingga ke bagian yang tersedia velkro-nya.

Kemudian, rekatkan ke dua ujung velkro ke tengah-tengah. Dengan langkah ini, diaper kotor terbungkus rapi tanpa harus pembungkus apapun.

Bila tidak memungkinkan, mengfungsikan kertas koran bekas untuk membungkusnya sebelum dibuang ke tempat sampah.